Oh, ternyata begini...

Alhamdulillah, wa Syukurillah, wa Laa Haula wa Laa Quwwata illaa Billah.
   Ternyata begini, kuliah. Apa yang diekspektasikan, dibayangkan tidak sama. Agaknya begini, perjuangan, kehidupan bersama, individu, perbedaan, kerinduan, kangen-kangenan.
     Awal mula kuliah, terkejut setengah mati. Membunuh rindu tiap hari. Bingung tak berarti. Sedih tiada henti. Terlihat gembira harus sejati. 
     Kan begitu agaknya, meski lagi sedih atau patah hati harus selalu terlihat bahagia bukan?😌
Dulu, kupikir, rantau jauh, kuliah jauh, bisa jalan-jalan, Sesuka hati. Santai-santai, tiap hari. Oalah-oalah, kembali lagi, ternyata begini...
         Awal kuliah, tiap hari nangis. Tiap hari galau. Tiap hari sedih. Merasa sepi padahal rame. Ya Allah, aku kangen. Ibuuuk, bapaak, mamaa, ayaah, mami, papi, adeek, mbah, serta sahambat-sahambat yang juga sepertinya merasa sama seperti ku ini😂. Tiap hari harus telefon, harus kabar-kabaran, selalu bilang "kangen" ingin pulang. Oh Allah...
    Tapi kami saling menyemangati. Ada para orang tua yang menenangkan, menentramkan, serta sahabat yang suka rela mendengarkan, menghibur.
        Jadi, kembali ingat lagi. INGIN KULIAH. HARUS KULIAH, setelah lulus SMA. Meski dulu tujuannya tak serius benar-benar mencari ilmu. Yang sekarang harusnya mulai sadar. Yang harusnya jadi pengingat, untuk selalu bersyukur. Yang kemarin minta-minta, sudah dikasih malah merasa nggak siap. Kalau Allah kasih kesempatan, berarti menurut Allah, itu adalah waktu yang tepat. Harusnya begitu, sadar diri. 
       Alhamdulillah, 1 semester sudah dilalui. Dengan berbagai rintangan, kebahagiaan, keluhan, serta sambatan-sambatan yang tak ada habisnya. 
Syukur pada mu Ya Rabb, telah memberi kesempatan untuk menjajal bangku kuliah. Mengisi masa muda, mencari pengalaman. Mengajarkan hati kuat serta bersahabat.

"Ya Allah temani yaa? Temani aku, temenin terus. Jangan ditinggal. Jangan dibiarkan jauh dari Mu. Temenin biar bisa. Biar kuat. Biar mampu."
Bismillah...

Komentar

  1. Masa muda.
    Seluruhnya adalah keindahan, dimana tuhan membolak-balikan hati seraya menguji iman dan mental. 🍃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapkan juga kata" itu untukmu 😁

      Hapus
    2. Hati---- hati-hati dengan hati. Jangan sampai salah pilih. Wlee

      Hapus
  2. Selalu jagaa ya kedekatan mu dengan-Nya, rindulah pada sujud dan ketentraman saat berhadapan dengan-Nya, Yaa Allaaaah aku rinduu rinduu rinduu, rindu mengkhusyuk kan hati ini rinduu mengistiqomahkan hati ini, bagaimana? Bagaimana ini?
    Sahambat" yg Laen akan selalu mengingatkan mu jika kamu mengeluhkan pada sahambatmu, dikala itu sahambat bisa memberikan semangat dan solution semampunya untukmu seorang..
    Orang tua juga, dalam keheningan akan selalu berdoa, doa itu ditujukan pada siapaa? Tau sendiri lah yaw jawabannya, do the best don't feel the best but always the best! We can!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh sahambat till Jannah ya, kayak katamu disurat pas ulang taun ku dengan kado foto saat di Bromz, dengan frame ijo berflower2. Yang selalu ku simpan, ku pajang, ku amati saat pulang, sebelum kembali ke perantauan. Terimakasiiihhhhh dah menemani hari-hari dan selalu menyemangati♥️

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Ya Allah... Ini tulisan Mbak Hanin ya... Bagus...
    Semangat Mbak Hanin, semakin diasah, pasti semakin "tajam".

    BalasHapus
  5. Ya Allah... Ini tulisan Mbak Hanin ya... Bagus...
    Semangat Mbak Hanin, semakin diasah, pasti semakin "tajam".

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer