Sahambat
"Haniiinnnnnnnn aku potek sekali.
"Melina Elfani Rizquna- Melina, Melinul, Mamelz.
Pertemuan kami dimulai di akhir masa putih abu-abu. Waktu itu, yang tak dapat bangku. Kelas 12 yang penuh haru. Kalau diceritakan satu-satu gak ada habisnya. Pun juga gak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Pokoknya kamu yang selalu setia, menemani hari-hari. Banyak sudah keluh kesah, sambatan-sambatan yang dibicarakan. Ngomong ngalor ngidul dari yang berfaedah hingga unfaedah. Bahkan chat, tiap hari chatan. Heran aja, pasti adaaa ajaaaa yang diomongin. Kalo liburan juga hampir tiap hari ketemu. "Pengen ketemu, pengen nang omahmu (rumahmu). Oke, otw." Gak tau kenapa bisa semudah itu ngomong otw, otw aja, bukan ote-ote. Yang sayang nya biasanya hanya terkendala sepeda. Oh ya, kami belum diberi rezeki sepeda motor. Kami belum diberi kesempatan punya sepeda motor sendiri, dibawain sepeda sendiri. Selalu kalau kemana-mana pasti harus bingung dulu, harus nunggu dulu, harus sabar dulu. Tapi, aku percaya, hal tersebut ada sisi positifnya. Kenapa? Karena kemungkinan kalo kita diberi sepeda pasti udah sampe kemana-mana jarang dirumah. Menghabiskan waktu bersama! Hahaha. Oh ya, semoga kita bisa beli sepeda sendiri ya Mel, kelak. Sepeda yang sering kita omongin, Scoopy, stylish. Warna ala-ala vintage, bermodel klasik. Aamiin...
Oh ya, aku juga bingung, apakah karena ke jonesan ini? Tapi kita gaboleh merasa jones kan dalam hidup ini. Karena banyak kebahagiaan yang tercipta untuk dinikmati. Meski kami sama-sama sering galau, sering merasa patah gajelas. Hahaha. Labil emang. Tapi semoga itu semua yang bikin kita jadi kuat ya Mel...
Kami pecinta senja, pecinta kopi, penikmat lagu-lagu indie. Serta kamu, yang disimpan dalam hati. Kami senang berkelana-kelani, kesana-kemari. Liat sawah aja udah seneng, apalagi liat kamu. Kamu yang (harusnya) juga jomblo kaya aku, tapi ternyataa...🤐 ya gitulah pikir sendiri. Tapi gapapa, gapapa kok. Kami punya mantra, jurus penghilang segala macam kegundahan. Jurus penghibur hati yang selalu happy. "Gapapa, sendiri. Yang penting ada kamu dihati. Gapapa sendiri, ada banyak sahabat sejati. Gapapa sendiri, yang penting jalan-jalan kesana kemari. Dekat-dekat tapi senang. Jauh-jauh tunggu uang terkumpul. Itulah, kami. Manusia patah hati. Belajar sabar dalam penantian ini"
Sudah, sampai disini. Kenalan sahambat sejati. Nanti lagi. Lain hari. Kenalan satu persatu lagi, yang membekas dalam hati.
"Melina Elfani Rizquna- Melina, Melinul, Mamelz.
Pertemuan kami dimulai di akhir masa putih abu-abu. Waktu itu, yang tak dapat bangku. Kelas 12 yang penuh haru. Kalau diceritakan satu-satu gak ada habisnya. Pun juga gak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Pokoknya kamu yang selalu setia, menemani hari-hari. Banyak sudah keluh kesah, sambatan-sambatan yang dibicarakan. Ngomong ngalor ngidul dari yang berfaedah hingga unfaedah. Bahkan chat, tiap hari chatan. Heran aja, pasti adaaa ajaaaa yang diomongin. Kalo liburan juga hampir tiap hari ketemu. "Pengen ketemu, pengen nang omahmu (rumahmu). Oke, otw." Gak tau kenapa bisa semudah itu ngomong otw, otw aja, bukan ote-ote. Yang sayang nya biasanya hanya terkendala sepeda. Oh ya, kami belum diberi rezeki sepeda motor. Kami belum diberi kesempatan punya sepeda motor sendiri, dibawain sepeda sendiri. Selalu kalau kemana-mana pasti harus bingung dulu, harus nunggu dulu, harus sabar dulu. Tapi, aku percaya, hal tersebut ada sisi positifnya. Kenapa? Karena kemungkinan kalo kita diberi sepeda pasti udah sampe kemana-mana jarang dirumah. Menghabiskan waktu bersama! Hahaha. Oh ya, semoga kita bisa beli sepeda sendiri ya Mel, kelak. Sepeda yang sering kita omongin, Scoopy, stylish. Warna ala-ala vintage, bermodel klasik. Aamiin...
Oh ya, aku juga bingung, apakah karena ke jonesan ini? Tapi kita gaboleh merasa jones kan dalam hidup ini. Karena banyak kebahagiaan yang tercipta untuk dinikmati. Meski kami sama-sama sering galau, sering merasa patah gajelas. Hahaha. Labil emang. Tapi semoga itu semua yang bikin kita jadi kuat ya Mel...
Kami pecinta senja, pecinta kopi, penikmat lagu-lagu indie. Serta kamu, yang disimpan dalam hati. Kami senang berkelana-kelani, kesana-kemari. Liat sawah aja udah seneng, apalagi liat kamu. Kamu yang (harusnya) juga jomblo kaya aku, tapi ternyataa...🤐 ya gitulah pikir sendiri. Tapi gapapa, gapapa kok. Kami punya mantra, jurus penghilang segala macam kegundahan. Jurus penghibur hati yang selalu happy. "Gapapa, sendiri. Yang penting ada kamu dihati. Gapapa sendiri, ada banyak sahabat sejati. Gapapa sendiri, yang penting jalan-jalan kesana kemari. Dekat-dekat tapi senang. Jauh-jauh tunggu uang terkumpul. Itulah, kami. Manusia patah hati. Belajar sabar dalam penantian ini"
Sudah, sampai disini. Kenalan sahambat sejati. Nanti lagi. Lain hari. Kenalan satu persatu lagi, yang membekas dalam hati.

Komentar
Posting Komentar