Sahambat (ng)Upil
Zuhrotul Aprilia
Upil April.
Gimana respon kalian jika denger nama "upil"? Eeh, jijik banget bukan? Tapi aku gak jijik, aku bersyukur. Memiliki Upil sepertimu.
Kalau ini, si cewek jarang banget patah hati. Udaaah, gak diragukan lagi. Tapi sekali hati galau, gelisah, gundah, gulana hancurrrr seluruh negeri ini.
Banyak menginspirasi. Berbagi ekspresi. Memotivasi.
Kenal dekaaaat sekali, sedekat nadi, akhir-akhir ini. Usai jabatan akan berakhir. Menjabat OSIS masa SMA. Entah, kenapa selalu begitu, dekat di akhir, seperti penyesalan yang juga datang di akhir? Tak mengapa, setidaknya kita dekat, sebagai sahabat till Jannah, tak lekang waktu, seperti pesanmu disecarik surat ulang tahunku kala itu.
Banyak sudah, waktu yang dihabiskan. Yang tak bisa dijabarkan satu persatu, seberapa besar kenangan yang membekas. Mulai dari organisasi hingga sehari-hari. Sampai masa sekarang ini. Semoga komunikasi masih terjalin hingga nanti. Juga cerita untuk diterbitkan kembali.
Dengannya, beda lagi. Aku yang sering sambat sepertinya. Tapi kau tak bosan kan dengerin? Sambat masalah masalah hati kebanyakannya. Yang inginnya dimengerti, kemudian kau kasih solusi. Meski sebenarnya, diri ini sungkan kalau bilang. Jadilah kadang cerita menggantung begitu saja. Yang kemudian dislewarkan ke hal yang lainnya.
Padahal, dia sang baqul quotes terlegend pada masanya. Hingga, aku belajar banyak hal. Meski hati patah, gelisah, gundah, gulana, tetap ceria harus bahagia!
Karena didunia ini gaada yang abadi, semua bisa berubah. Seperti perasaan. Yang tak harus diungkapkan. Karena hati mudah dibolak-balikkan. Namun, pada Allah sebaik-baik kita mengharapkan. Dalam doa, menyebut namanya, namamu, dalam hati yang tersimpan, dalam diam. Keep spirit to your daily activity! Katamu hari ini, hihi!
Banyak menginspirasi. Berbagi ekspresi. Memotivasi.
Kenal dekaaaat sekali, sedekat nadi, akhir-akhir ini. Usai jabatan akan berakhir. Menjabat OSIS masa SMA. Entah, kenapa selalu begitu, dekat di akhir, seperti penyesalan yang juga datang di akhir? Tak mengapa, setidaknya kita dekat, sebagai sahabat till Jannah, tak lekang waktu, seperti pesanmu disecarik surat ulang tahunku kala itu.
Banyak sudah, waktu yang dihabiskan. Yang tak bisa dijabarkan satu persatu, seberapa besar kenangan yang membekas. Mulai dari organisasi hingga sehari-hari. Sampai masa sekarang ini. Semoga komunikasi masih terjalin hingga nanti. Juga cerita untuk diterbitkan kembali.
Dengannya, beda lagi. Aku yang sering sambat sepertinya. Tapi kau tak bosan kan dengerin? Sambat masalah masalah hati kebanyakannya. Yang inginnya dimengerti, kemudian kau kasih solusi. Meski sebenarnya, diri ini sungkan kalau bilang. Jadilah kadang cerita menggantung begitu saja. Yang kemudian dislewarkan ke hal yang lainnya.
Padahal, dia sang baqul quotes terlegend pada masanya. Hingga, aku belajar banyak hal. Meski hati patah, gelisah, gundah, gulana, tetap ceria harus bahagia!
Karena didunia ini gaada yang abadi, semua bisa berubah. Seperti perasaan. Yang tak harus diungkapkan. Karena hati mudah dibolak-balikkan. Namun, pada Allah sebaik-baik kita mengharapkan. Dalam doa, menyebut namanya, namamu, dalam hati yang tersimpan, dalam diam. Keep spirit to your daily activity! Katamu hari ini, hihi!

Komentar
Posting Komentar